Learning English and Bahasa Indonesia

Membangun Hubungan dengan Teknik Mirroring and Matching dalam NLP


Membangun hubungan sangatlah penting dalam proses interaksi baik itu dengan keluarga, kolega, maupun dengan orang yang baru kita kenal. Istilah ini, dalam bidang NLP (neuro-linguistic programming) dikenal dengan istilah 'rapport'. Membangun hubungan dengan teknik mirroring and matching dalam NLP sangatlah mudah dilakukan. Berikut ini akan dibahas teknik melakukannya, manfaat menerapkannya, serta pengujiannya.

Mirroring and Matching

Mirroring and matching adalah dua teknik dari Neuro-linguistic Programming yang digunakan untuk membangun hubungan pada tingkat unconscious atau bawah sadar. Dengan menerapkan kedua teknik ini, kita akan meniru beberapa perilaku dan gerak-gerik dari lawan bicara yang padanya kita akan membangun hubungan.

Rapport

Rapport dapat dimaknai sebagai hubungan atau kontak yang terjalin antara seseorang dengan orang yang lain yang didasari oleh satu atau lebih kesamaan. Rapport dapat dikatakan baik apabila orang yang satu connect atau 'nyambung' dengan orang yang lain. Terkadang, orang yang sudah lama saling kenal merasa ada jarak. Pada sisi yang lain, baru beberapa saat bertemu dan berbincang dengan orang yang baru dikenalnya, rasanya sudah ada kontak batin yang terjalin.

Artikel ini menekankan pada cara atau teknik membangun kedekatan atau hubungan dengan orang lain. Untuk membuat orang lain merasa langsung akrab dengan kita dan untuk membuat orang lain senang dengan kita; membuat orang lain merasa ada 'kontak batin' dengan kita.

Rapport setidak-tidaknya jika kita memiliki beberapa kesamaan dengan orang lain. Perhatikanlah orang-orang yang sangat akrab. Di sekolah, di kampus, atau dalam lingkungan kerja, tentu ada orang yang sering bersama orang tertentu. Terkadang bahkan terlihat seperti sebuah geng dalam komunitas atau deng dalam geng. Mengapa itu bisa terjadi? Itu karena adanya kesamaan antara mereka. Adapun kesamaan-kesamaan yang mengakrabkan seseorang dengan orang lain dapat berupa:
  1. Pola bahasa yang sama atau gaya bahasa yang sama. Orang yang senang menggunakan bahasa tingkat tinggi atau sering menggunakan istilah-istilah atau jargon-jargon tertentu akan cepat merasa akrab dengan orang yang juga seperti itu;
  2. Sudut pandang yang sama dan jalan pikiran yang sama. Orang-orang yang memiliki cara pandang terhadap yang relatif sama terhadap suatu fenomena akan mudah akrab satu dengan lainnya. Ketika salah seorang diantara beberapa orang menghadirkan solusi atau tanggapan terhadap suatu fenomena yang juga dipikirkan oleh orang lain yang tidak bisa atau belum sempat mengeluarkan solusi atau pendapatnya, maka ekspresi orang tersebut akan terlihat sangat bersemangat;
  3. Kepribadian yang relatif sama. Orang yang hobi shopping akan selalu bersama dengan orang yang juga mempunya hobi shopping. Penulis akan merasa cepat akrab jika menemui orang yang ternyata juga hobi menulis. Musisi yang dalam sebuah cafe berbincang dengan orang yang baru dikenalnya dan mengetahui bahwa orang tersebut juga adalah seorang musisi akan terjalin kontak dan sensasi langsung akrab, dan lain sebagainya;

Fisiologi

Khoo dan Tan (2015) menjelaskan bahwa meniru fisiologi orang lain akan membuat Anda merasakan keadaan emosi yang persis sama dengan yang dirasakan oleh orang tersebut. Dengan kata lain, jika kita meniru fisiologi seseorang secara persis sama, maka kita dapat merasakan gambaran internal yang sama dari orang tersebut dalam otak kita; baik itu berupa ide, perasaan, dan lain sebaginya. Hal ini sangat ilmiah dan dapat dibuktikan dengan sebuah game bermain peran. Untuk mengujinya, Anda dapat membentuk sebuah kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang. Semisal A, B, dan C. dalam pelaksanaannya, si A ditugaskan untuk memikirkan sebuah ide yang kemudian dilanjutkan dengan memancarkan rasa, warna, dan sensasi dari ide tersebut melalui nafas, gerak-gerik, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. B ditugaskan untuk mengamati keadaan fisiologi yang ditunjukkan oleh A. Sementara C ditugasi untuk mengawal B dalam pengamatannya dengan memberikan pengarahan dan memastikan bahwa fisiologi keduanya telah benar-benar sama persis.

Sebuah contoh, A memikirkan tentang aktivitas bersantai disebuah pantai pasir putih pada sore hari bersama keluarga. A kemudian harus mendalami dan menghayati semua sensasi dari aktivitas imajinasinya tentang liburan lalu memancarkannya lewat fisiologinya tanpa harus memberitahu B tentang apa yang dipikirkannya. Dalam beberapa praktik, Khoo dan Tan (2015) bahkan mengklaim bahwa sekitar 20% dari waktu yang digunakan, A dan B ditemukan merasakan sensasi yang sama, merasakan kebahagiaan yang sama, dan melihat gambaran yang sama. Ketika ditanya, B bahkan menjawab bahwa ia benaknya selalu memunculkan gambaran laut yang biru dan pasir pantai. Hal tersebut benar-benar terjadi sementara B sama sekali tidak diberitahu apa yang diimajinasikan oleh A. Dari sumber lain, Matt Brauning mendemonstrasikan bagaimana hal ini bekerja. Perhatikan video dibawah.


Pada dasarnya, pikiran dapat terkoneksi satu sama lain. Seperti halnya kita yang berada di Indonesia terkoneksi lewat udara dengan mereka yang berada di Amerika atau di negara lainnya diseluruh dunia. Dalam hal ini, pikiran dapat terkoneksi melalui aktivitas eksternal yang kita tunjukkan yang dipengaruhi oleh keadaan internal kita. Dengan kata lain, apa yang kita tunjukkan kepada orang lain melalui fisiologi kita merupakan efek dari apa yang kita rasakan didalam benak kita. Ketika kita merasa depresi dan sedih, mustahil kita akan menunjukkan fisiologi bahagia. Silahkan diuji, bayangkan ketika Anda sedang dalam keadaan depresi berat, kemudian tunjukkan senyuman dan postur tubuh layaknya orang yang sedang bahagia. Hal itu mustahil dilakukan. Kalaupun Anda tersenyum, tentunya akan terlihat jelas makna senyuman Anda yang sedang tidak bahagia dan terkesan dibuat-buat.

Dari segi fisik dan saraf, keadaan kita dan orang lain pada dasarnya sama. Kita sama-sama memiliki milyaran neuron dalam otak kita. Itu berarti bahwa kita sama-sama mempunyai potensi yang sama. Korteks motor yang berfungsi sama dalam otak kita bereaksi dengan cara yang sama. Ketika kita meniru fisiologi orang yang merasa bahagia, maka fisiologi yang kita tunjukkan akan membuat otak bekerja mengeluarkan hormon-hormon bahagia melalui sinyal yang didapatkan dari fisiologi kita. Pada saat kita meniru fisiologi seseorang secara detail dan cermat, maka kita akan merasakan hal yang sama dengan orang yang kita tiru fisiologinya. Ketika kita meniru fisiologi orang yang kita anggap sukses, bukan tidak mungkin kita akan mengukir kesuksesan seperti mereka.

Hubungan peniruan fisiologi seseorang dengan mirroring and matching sangatlah erat karena pada dasarnya teknik mirroring and matching dilakukan dengan meniru gerak-gerik dan perilaku seseorang. Adapun yang dapat ditiru adalah pola nafas (dapat diperhatikan pada pergerakan bahu lawan bicara), gerak-gerik, pandangan, dan perilaku lainnya yang ditunjukkan lawan bicara.

Kaitannya dengan hal ini, silahkan amati perasaan Anda ketika bertemu dengan orang yang berpengaruh bagi Anda. Bisa jadi orang tua, guru favorit, dosen favorit, siapapun dia. Anda tentunya merasa orang tersebut sangat memahami Anda dan memperhatikan Anda. Inilah yang akan kita bangun dengan teknik mirroring and matching. Dalam hal ini, fisiologi adalah aspek yang sangat penting dan berpengaruh dalam menciptakan hubungan yang baik dan positif.

Pacing - Leading

Pacing merupakan proses dimana kita masuk kedalam model/gaya dan meniru fisiologi lawan bicara. Lakukanlah pacing senatural mungkin dengan tempo yang sesuai dengan yang ditunjukkan oleh lawan bicara. Sedangkan leading dapat dimaknai sebagai proses mengarahkan orang lain kedalam model/gaya kita. Lakukanlah leading setelah pacing dirasa cukup. Fase leading dikatakan berhasil apabila lawan bicara kita mengikuti kita seperti kita mengikuti dia pada saat pacing. Kuncinya, lakukan pacing beberapa kali karena leading tidak akan terjadi jika kadar dan intensitas pacing yang kita lakukan belum cukup. Takaran mengenai cukup tidaknya tergantung lawan bicara Anda. Perhatikanlah karakter lawan bicara Anda dan takarlah serta rasakanlah apakah pacing yang Anda lakukan sudah cukup.

Pengujian Teknik Mirroring and matching

Untuk mengujinya, silahkan amati teman Anda. Jangan memberitahu bahwa Anda sedang melakukan mirroring and matching. Bersikaplah seolah-olah tidak ada apa-apa. Dalam mengujinya, yang perlu Anda lakukan adalah meniru perilaku dan gerak-gerik teman Anda. Amati pola nafasnya dengan memperhatikan pergerakan bahunya. Ketika teman Anda menarik nafas, tariklah nafas Anda. Ketika teman Anda memiringkan kepalanya kearah kiri, miringkan kepala Anda kearah kanan seperti ketika Anda berada didepan cermin. Jika tangannya menggaruk kepala dengan tangan kiri, garuklah kepala Anda dengan tangan kanan, sekali lagi, persis seperti ketika Anda didepan cermin. Jika teman Anda menaikkan alisnya, naikkan pula alis Anda. Ingat, jangan sampai ketahuan karena Anda akan terlihat aneh jika ketahuan. Bersikaplah senatural mungkin. Setelah beberapa peniruan, pada saat Anda berbicara, lakukan gerakan refleks misalnya melipat tangan Anda didepan dada. Jika teman Anda melakukan hal yang sama, maka teknik mirroring and matching Anda 100% berhasil. Untuk memastikannya, ulangi lakukan beberapa peniruan lagi dan lakukan lagi gerak refleks misalnya menggaruk alis. Jika teman Anda masih mengikuti gerakan Anda, maka pada saat ini, Anda dapat melancarkan keinginan Anda. Sangat besar kemungkinan, teman Anda akan mengiyakan.

Jika belum berhasil, lakukan latihan lebih sering, serius, dan buatlah senatural mungkin. Amati secara detail. Kemungkinan Anda melewatkan beberapa poin dalam proses mirroring and matching. Konsistenlah melatih teknik ini agar terjalin hubungan positif antara Anda dengan lawan bicara Anda. Apa yang akan dirasakan oleh lawan bicara Anda tentang Anda akan sangat menyenangkan karena ketika ia tersenyum dan melihat Anda juga tersenyum, maka lawan bicara Anda akan merasakan bahwa Anda adalah orang yang sangat menyenangkan. Lawan bicara Anda akan merasakan kontak batin yang positif dengan Anda.