Learning English and Bahasa Indonesia

Karakteristik 5 Gelombang Otak Manusia


Ilmuwan dalam bidang neurologi menjelaskan bahwa terdapat 5 gelombang otak manusia. Kelima gelombang otak tersebut dapat dideteksi dengan menggunakan alat yang bernama 'electroencephalograph' atau yang dikenal dengan akronim 'EEG'. Tanpa alat tersebut, sebenarnya Anda juga dapat mengetahui sedang berada pada gelombang mana Anda saat ini yaitu dengan mengamati keadaan Anda. Mengetahui kelima jenis gelombang otak berikut ini sangatlah bermanfaat bagi Anda karena dengan menguasainya, Anda bisa memaksimalkan kinerja otak Anda untuk tujuan tertentu; untuk meraih apa yang Anda inginkan. 

Menyadari gelombang otak Anda dapat sangat bermanfaat bagi Anda dalam upaya perbaikan diri yang dilakukan dari dalam. Para praktisi hypnosis, meditasi, yoga, reiki, dan para sufi telah mengetahui dengan jelas manfaat positif yang dihasilkan dari kesadaran atas gelombang otak. Tidak heran jika para praktisi-praktisi tersebut selalu terlihat sangat berwibawa dan bijaksana dalam tindak-tutur mereka. Pada umumnya mereka mengeluarkan aura kewibawaan, kecerdasan, dan daya tarik yang positif. Jika kesuksesan dimulai dari dalam diri sendiri, maka mengetahui karakteristik gelombang otak adalah langkah awalnya. Mengenai praktiknya akan diulas secara bertahap pada artikel-artikel selanjutnya. Cek progress artikel-artikel bertemakan 'perubahan positif' oleh MHMN secara berkala pada kategori 'Teknik Manipulasi Otak'.

Gelombang Otak Alpha

Gelombang ini memiliki frekuensi antara 8 hingga 12 Hertz. Otak berada pada gelombang ini saat seseorang merasa rileks yang dalam, sangat santai, dan merasakan ketenangan, ketentraman serta kedamaian. Contoh keadaan dimana otak Anda berada pada gelombang ini adalah pada saat Anda hendak tertidur; yaitu pada saat mata Anda mulai menutup menuju alam tidur. Menurut para ahli neurologi (ilmu tentang otak), salah satunya dikemukakan oleh DR. dr. Bondan A.S. (2015), dijelaskan bahwa gelombang ini merupakan gerbang antara alam sadar (conscious mind) dan alam bawah sadar (unconscious mind). Pada frekuensi ini, otak akan mudah menerima sugesti-sugesti.

Gelombang Otak Beta

Gelombang ini berada pada frekuensi 12 hingga 40 Hertz. Gelombang otak beta adalah gelombang otak yang muncul pada saat Anda sedang fokus dan konsentrasi. Contoh keadaan dimana otak Anda berada pada kondisi beta adalah pada saat Anda mengendarai kendaraan (motor atau mobil), pada saat fokus membaca, pada saat mencari satu buku diantara berbagai buku di rak perpustakaan, atau pada saat melakukan aktifitas secara sadar. Ketika berada pada frekuensi ini, tubuh Anda melepaskan hormon dopamin yang berfungsi untuk meningkatkan kewaspadaan dan berpengaruh terhadap suasana hati (mood).

Gelombang Otak Delta

Gelombang otak delta berada pada frekuensi 0.1 hingga 4 Hertz. Pada frekuensi ini, otak dan tubuh sedang berada pada keadaan rileks yang sangat dalam. Contoh keadaan dimana otak Anda berada pada frekuensi ini adalah pada saat Anda tidur lelap dan tidak bermimpi; rileks yang sangat-sangat dalam. Oleh para ahli, frekuensi ini dikatakan sebagai pintu antara alam pikiran dengan kesadaran universal; yaitu keadaan dimana yang ada hanyalah kehampaan, ketiadaan, atau kekosongan. Pada frekuensi ini, tubuh Anda akan menlepaskan hormon melatonin dan hormon pertumbuhan atau yang dalam istilah medis dikenal dengan istilah 'High Grow Hormone (HGH)'. Hormon melatonin berfungsi sebagai pembuat ritme dan keseimbangan sementara hormon HGH yang diproduksi dalam kelenjar hipofisis berfungsi sebagai peningkat stamina. Itu sebabnya setelah tidur Anda akan merasa segar, stamina meningkat, dan siap untuk beraktivitas. 

Gelombang Otak Theta

Gelombang otak theta berada pada frekuensi 4 hingga 8 Hertz. Pada frekuensi ini, pikiran bawah sadar memegang peranan yang dominan. Contoh keadaan dimana otak Anda berada pada frekuensi delta adalah ketika Anda sedang tertidur dengan bermimpi. Frekuensinya lebih tinggi dibandingkan gelombang delta karena adanya aktivitas berupa mimpi. Pada saat Anda terbangun dari mimpi dalam tidur Anda, Anda akan merasakan adanya reaksi pada tubuh atau fisik Anda tergantung dari mimpi Anda. Jika Anda bermimpi dikejar-kejar orang, maka pada saat Anda terbangun, jantung akan berdebar kencang dan Anda akan menemukan tubuh Anda mengeluarkan keringat seolah-olah Anda baru saja berlari. Pada saat otak Anda berada pada frekuensi theta, tubuh melepaskan hormon endorfin yang berpengaruh terhadap perasaan Anda (gembira, senang, cemas, takut, dll), hormon serotonin yang dikenal sebagai hormon pemicu perasaan senang dan gembira, serta hormon dehydroepiandrosterone yang berkaitan dengan saraf. Selain itu, hormon ini juga berfungsi sebagai anti depresan alami.

Gelombang Otak Gamma

Gelombang ini berada pada frekuensi 16 hingga 100 Hertz. Gelombang atau frekuensi otak gamma berada diatas frekuensi beta. Jika frekuensi beta dikaitkan dengan fokus dan konsentrasi, maka frekuensi theta merupakan fokus tingkat tinggi dan konsentrasi tingkat tinggi. Contoh keadaan dimana otak Anda berada pada frekuensi ini adalah pada saat Anda beraktivitas yang membutuhkan kewaspadaan dan kesigapan penuh. Misalnya pada saat berdebat, bertanding sepak bola, pada saat berlari dikejar atau pada saat mengejar, atau pada saat dimana tidak ada fokus lain selain dari aktivitas tertentu yang sedang Anda lakukan. Hormon yang dikeluarkan pada saat otak berada pada frekuensi ini adalah hormon serotonin dan endorfin alami. Pada frekuensi otak theta, kedua hormon yang diproduksi tersebut mengakibatkan perasaan euforia.