Learning English and Bahasa Indonesia

Deteksi Kebohongan melalui Gerakan Mata - NLP


Pernahkah Anda merasa curiga terhadap seseorang dari cara berbicaranya? Sebelumnya, perlu diketahui bahwa keadaan internal dan emosi seseorang mempengaruhi fisiologinya. Ketika seseorang menunjukkan pola sikap atau perilaku tertentu, baik itu dengan gerakan, dengan suara, atau dengan gerakan dan suara, maka apa yang muncul atau yang Anda lihat tersebut merupakan refleksi dari keadaan internalnya. Jika ingin bukti, silahkan mengujinya dengan menunjukkan fisiologi yang berlawanan dengan keadaan internal Anda. Jika Anda sedang sangat bahagia, mustahil bahu Anda merendah, pandangan mengarah kebawah, alis mengkerut, memasang wajah cemberut, dan fisiologi lainnya yang mewakili kesedihan. Hal ini bagi sebagian orang terjadi secara tidak disadari sehingga akan memudahkan kita untuk menerka yang sebenarnya terjadi dan mencari cara untuk membongkar kebohongan seseorang dengan cara-cara yang halus. Bahasa kerennya adalah 'main cantik'. Jangan sekali-sekali men-judge bahwa seseorang berbohong hanya dengan melihat gerak-geriknya tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya. Trik ini digunakan hanya untuk mengetahui saja. Selebihnya, bermain cantiklah untuk membongkarnya. Ini akan menjadi seni yang sangat indah bagi Anda. Baiklah, inti dari paragraf pembuka ini adalah, ketika seseorang berbohong dengan sengaja, maka akan tampak dari fisiologi atau gerak-gerik atau perilakunya. Dalam NLP, salah satu cara untuk melakukan deteksi kebohongan dapat dilakukan melalui pengamatan terhadap gerakan mata. Bagaimana caranya?

Eye Accessing Cues

NLP menjelaskan bahwa pola pergerakan mata seseorang memiliki makna tertentu. Terdapat enam pola pergerakan mata yang dijelaskan dalam NLP yang dikenal dengan istilah eye accessing cues. Adapun 2 pergerakan dasar adalah 'kanan' dan 'kiri'. Masing-masing dari 'kanan' dan 'kiri' tersebut terbagi tiga, yaitu: atas, tengah, dan bawah. Sehingga total terdapat enam pola, yaitu: kiri atas, kiri, kiri bawah, kanan atas, kanan, dan kanan bawah.

Keenam pola pergerakan mata merupakan pola alami yang terjadi diluar kesadaran. Ketika seseorang berbicara, secara tidak disadari, seseorang tersebut akan melakukan gerakan-gerakan mata sesuai dengan keadaan internalnya. Itulah sebabnya ada pepatah yang mengatakan bahwa 'Mata tidak dapat berbohong'. Entah asalnya dari pepatah itu atau bukan, namun seperti itulah konsep NLP.

Makna Gerakan Mata

Pada dasarnya gerakan mata dapat dibagi kedalam dua bagian. Untuk memudahkan kita menguasainya, perhatikan tabel dibawah ini. Satu hal yang perlu diketahui adalah pergerakan mata berdasarkan arah dari orang yang bersangkutan. Artinya, kanan merujuk ke arah kanan orang yang bersangkutan dan kiri merujuk kepada arah kiri orang yang bersangkutan.
EYE ACCESSING CUES – NLP
ARAH
KIRI
KANAN
ATAS
Mengakses gambaran visual
Merekayasa gambaran visual
TENGAH
Mengakses suara
Merekayasa suara
BAWAH
Dialog dengan diri sendiri
Mengakses pengalaman
NOTE : Untuk orang kidal (left-handed), pola diatas berlaku sebaliknya.

Mendeteksi Kebohongan melalui Gerakan Mata

Ketika sedang berkonfrontasi dengan seseorang, perhatikan gerakan matanya sesuai dengan pola yang dijelaskan dalam tabel diatas. Untuk melakukan hal ini, Anda harus sangat sensitif dan jeli dalam menangkap arah mata lawan bicara Anda karena moment ini bisa jadi berlangsung dengan sangat cepat, bisa juga berlangsung dengan memberikan waktu yang cukup bagi kita untuk menyadarinya. Tergantung keadaan dan karakter dari lawan bicara Anda.

Arah pergerakan mata ke kanan mengindikasikan adanya aktivitas rekayasa gambaran visual yang berarti seseorang sedang berusaha mengkonstruksi kebohongan dengan gambar-gambar visual didalam otaknya. Jika ke kanan (tengah), ada indikasi orang tersebut sedang merekayasa atau sedang mengkonstruksi kebohongan dengan menghasilkan suara-suara dalam otaknya. Dua pola ini, yaitu kanan atas dan kanan (tengah), mengindikasikan adanya rekayasa yang dilakukan oleh lawan bicara denga menghadirkan gambar palsu atau mengkonstruksi suara palsu.

Seperti halnya pergerakan mata ke kanan, jika mata melirik ke kiri berarti seseorang sedang mengakses sesuatu didalam otaknya. Jika ke kiri atas maka seseorang sedang mengakses gambaran visual sesuai dengan kenyataan yang pernah dilihatnya, jika ke kiri (tengah), maka seseorang sedang mengakses suara sesuai dengan apa yang didengarkannya, dan jika ke kiri bawah, berarti seseorang sedang melakukan dialog dengan dirinya sendiri (self talk).

Contoh Kasus

Berikut ini merupakan contoh kasus yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin Anda juga pernah mengalaminya.

Seseorang yang sedang menunggu jemputan teman bertanya kepada temannya, 'Mengapa terlambat?' Si penjemput ini kemudian mengatakan, 'Di jalan X ada kecelakaan sehingga jalan tersebut macet parah'. Pada waktu menjawab, si penjemput tersebut secara natural mengarahkan matanya ke kanan atas. Dalam hal ini, ada indikasi dia sedang melakukan kebohongan dengan merekayasa gambaran visual bahwa di jalan X benar-benar ada kecelakaan dimana pada jalan tersebut banyak warga dan pengguna jalan yang berkerumun sehingga jalanan menjadi macet.

Seorang ayah yang memanggil anaknya untuk menanyakan perihal kelakuannya di sekolah berkata, 'Apa yang guru BK-mu katakan tadi?'. Si anak menjawab dengan mengatakan, 'Guru BK tadi bilang kalau semuanya baik-baik saja. Saya hanya diberitahu bahwa lain kali jangan mengulagi tindakan itu lagi'. Pada saat menjawab, si anak mengarahkan matanya ke kanan (tengah). Dalam contoh ini, si anak terindikasi mengatakan kebohongan dengan merekayasa suara didalam otaknya. Si anak, dalam keadaan internalnya, menghadirkan suara seolah-olah guru BK-nya benar-benar mengatakan bahwa 'Jangan ulangi perbuatan itu lagi'. Pedahal yang sebenarnya tidak seperti itu.