Sekilas tentang Hybrid Learning dan Pemanfaatannya dalam Dunia Pendidikan
Hybrid Learning atau yang juga dikenal dengan istilah Blended Learning merujuk kepada pengkombinasian metode pembelajaran berbasis e-Learning (electronic learning)
dengan metode pembelajaran tatap muka atau metode konvensional.
Penggunaan metode ini tergolong baru dalam dunia pendidikan. Berikut ini
pembahasan sekilas tentang hybrid learning dan pemanfaatannya dalam dunia pendidikan.
Delialioglu (2011) menjelaskan bahwa hybrid learning juga dikenal dengan beragam istilah diantaranya adalah blended learning, hybrid instruction, mediated learning, technology-enhanceed instruction, web-enhanced instruction, dan web assisted instruction.
lebih lanjut dijelaskan bahwa meskipun memiliki beragam istilah, namun
dalam prakteknya, kesemua istilah tersebut merujuk kepada proses yang
sama; yaitu kombinasi antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran
online.
Berdasarkan perspektif penulis, metode ini setidak-tidaknya memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya adalah:
- Memudahkan pengajar dalam menyampaikan materi pembelajaran dan memudahkan siswa dalam mengakses materi pembelajaran. Metode hybrid learning dapat mengakomodasi kewajiban pengajar dalam menyampaikan materi ajar karena metode ini memungkinkan materi ajar diunggah kedalam sistem e-Learning. Pelajarpun dimudahkan dalam mengakses materi mengingat materi yang diunggah kedalam sistem e-Learning dapat diakses 24 jam;
- Menghemat waktu. Metode hybrid learning memungkinkan absensi, pelacakan perkembangan belajar, dan administrasi nilai dilakukan secara otomatis dalam sistem e-Learning. Saat ini, Moodle sebagai salah satu learning management system terbaik mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Moodle sebagai sistem yang bersifat open-source memungkinkan penggunanya untuk memodifikasi sistem tersebut dengan meng-install plug-in tambahan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Untuk absensi, terdapat plug-in yang dapat secara otomatis merekam aktivitas siswa selama berada dalam sistem dan kemudian melaporkannya kepada pengajar dan administrator. Pendistribusian nilai juga dapat dimudahkan dengan fitur bawaan Moodle.
Penelitian tentang Hybrid Learning
Aritonang (2014) melakukan survey terkait perubahan motivasi dan kepercayaan diri dalam pembelajaran hybrid learning atau blended learning.
Dalam penelitiannya, ia menemukan fakta bahwa terdapat perubahan
positif terkait motivasi partisipan yang terlibat dalam pembelajaran
yang dilakukan dengan metode hybrid learning.
Penelitian yang dilakukan Garrison dan Vaughan (2008) terhadap pengimplementasian hybrid learning dalam pembelajaran menemukan fakta bahwa kemampuan menulis siswa (students' writing)
dapat ditingkatkan dan waktu yang dihabiskan dalam administrasi
pembelajaran dan manajemen dokumen (pengumpulan tugas) dapat dikurangi.
Dua hasil penelitian diatas hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak penelitian yang mengungkapkan efektivitas metode hybrid learning untuk digunakan sebagai metode pembelajaran. Hasil penelitian tersebut setidaknya dapat dijadikan sebagai acuan untuk mempertimbangkan pengadopsian metode hybrid learning
dalam pembelajaran mengingat efektivitas metode ini telah teruji mampu
menimbulkan perubahan motivasi pelajar kearah yang positif.
Saran dan Kesimpulan
Sebagai saran dan kesimpulan, penulis mengharapkan agar para praktisi pendidikan bisa mempertimbangkan pengaplikasian metode hybrid learning dalam
pembelajaran, baik itu dalam pembelajaran formal maupun pembelajaran
informal mengingat telah banyak penelitian yang mengungkapkan
efektivitas metode ini. Harus diakui pula bahwa metode hybrid learning, metode yang masih tergolong baru dalam dunia pendidikan, masih membutuhkan beberapa pengujian dan penelitian mengingat tidak ada satupun metode pembelajaran yang tidak memiliki kelemahan dan kekurangan. Terlepas dari kelemahan dan kekurangannya, metode hybrid learning memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan.
Referensi
Aritonang, M. 2014. Motivation and confidence of Indonesian teachers to use English as a medium of instruction. TEFLIN Journal. Vol. 5, No. 2.Garrison, D. R. and Vaughan, N. D. 2008. Blended learning in higher education: framework, principles, and guidelines. Jossey-Bass. A Willey Imprint, San Fransisco.
.jpg)
