Learning English and Bahasa Indonesia

Mengukur Tingkat Keterbacaan Teks dengan Flesch Reading Ease Formula


Berikut ini merupakan artikel terkait cara mengukur tingkat keterbacaan teks atau wacana dengan Flesch Reading Ease Formula. Mengetahui tingkat keterbacaan sebuah wacana sangatlah penting; terutama bagi mereka yang ingin atau yang sedang melakukan penelitian dimana teks dijadikan sebagai alat dalam mencapai tujuan penelitian. Menggunakan teks yang tidak sesuai dengan level pembaca tentunya akan mengakibatkan kelemahan dari segi validitas dan reliabilitas dari hasil penelitian atau bahkan tidak tercapainya tujuan penelitian. Sehingga mengetahui cara mengukur tingkat keterbacaan teks merupakan hal wajib untuk dipelajari.

Definisi Tingkat Keterbacaan

Menurut Richards dikutip dalam Zamanian dan Heydari (2012), keterbacaan berarti seberapa mudah materi tertulis dapat dibaca dan dimengerti. Selanjutnya dijelaskan bahwa keterbacaan tergantung dari beberapa faktor seperti panjang rata-rata dari kalimat, jumlah kosa kata baru dalam bacaan, dan kompleksitas tata bahasa yang digunakan.

Pengertian lainnya oleh Dale and Chall dikutip dalam Zamanian dan Heydari (2012) menjelaskan bahwa keterbacaan adalah total interaksi dari semua elemen materi bacaan yang mempengaruhi kesuksesan pembaca. Kesuksesan dalam hal ini dipahami sebagai sejauh mana pembaca dapat memahami konten dan kandungan teks, penggunaan kecepatan membaca yang optimal, dan menemukan hal menarik didalam bacaan.

Nutall dalam Arab (2009) mengemukakan bahwa readability atau keterbacaan merujuk kepada tantangan atau kesulitan linguistik dari sebuah bacaan atau teks. Lebih lanjut dijelaskan bahwa teks atau bacaan haruslah sesuai dengan level dari pembaca.

Berdasarkan paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat keterbacaan sebuah teks atau wacana, diantaranya adalah panjang kalimat dalam bacaan, kosa-kata, dan tata bahasa yang digunakan, serta sejauh mana teks atau wacana dapat dipahami dan dinikmati oleh pembaca.

Alat Ukur Level Keterbacaan Teks - Flesch Reading Ease

Flesch Reading Ease diperkenalkan oleh Rudolf Flesch (1911-1986). Beliau adalah seorang bergelar Ph.D dari Columbia University yang berprofesi sebagai penulis dan konsultan. Pada tahun 1949, Flesch menerbitkan sebuah buku yang berjudul "The Art of Readable English". Melalui buku tersebut, beliau memperkenalkan rumus atau formula terkait cara menghitung level atau tingkat keterbacaan teks yang hingga kini masih digunakan oleh banyak penulis.

Terdapat beragam cara dalam mengukur tingkat atau level keterbacaan. Salah satunya adalah dengan menggunakan formula Flesch atau yang juga dikenal dengan istilah "Flesch Reading Ease" atau FRE. Formula ini adalah salah satu dari beberapa formula yang sangat populer dalam mengukur tingkat keterbacaan sebuah teks. Popularitas dari formula ini membuat Flesch Reading Ease (FRE) digunakan pada "Microsoft Office Word" sebagai standar keterbacaan.

Interpretasi dari Flesch Reading Ease terdiri dari 100 poin, dimana semakin tinggi angka yang didapatkan, maka semakin mudah tingkat keterbacaan sebuah teks. Sebaliknya, semakin mendekati angka 0, maka semakin sulit pula tingkat keterbacaan teks tersebut. Skor dari teks atau bacaan dengan tingkat keterbacaan standar (tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah) berada di kisaran 60 - 70. 

Formula dari FRE disusun berdasarkan jumlah suku kata per-kata dan jumlah kata per-kalimat. Adapun formula yang digunakan untuk menghitung tingkat keterbacaan teks adalah sebagai berikut:
206.835 - (1.015 x ASL) - (84.6 x ASW)
KETERANGAN
ASL : Average Sentence Length (jumlah kata dibagi jumlah kalimat)
ASW : Average of Syllables per-Word (jumlah suku kata dibagi jumlah kata)

Menghitung Level Keterbacaan Teks dengan Flesch Reading Ease

Adapun cara untuk mengukur tingkat keterbacaan sebuah teks dengan menggunakan formula Flesch Reading Ease adalah dengan menghitung: (1) Jumlah suku kata dari teks; (2) Jumlah kata dalam teks; dan (3) Jumlah kalimat dalam bacaan. Setelah mendapatkan ketiga poin tersebut, langkah selanjutnya adalah memasukkan angka-angka yang didapatkan pada rumus atau formula diatas.

Menghitung Keterbacaan Teks secara Online

Flesch Reading Ease juga dapat dihitung dengan secara online melalui situs www.readabilityformulas.com dan www.readability-score.com. Untuk mengetahui skor FRE dari teks atau bacaan yang diinginkan cukup mudah; tinggal memasukkan teks kedalam kolom yang disediakan dan dalam hitungan detik hasilnya sudah bisa terlihat.

Menghitung Keterbacaan Teks dengan Microsoft Word

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa popularitas dari alat ukur FRE membuat alat ukur ini dijadikan standar pengukuran pada "Microsoft Word". Untuk menghitung level keterbacaan sebuah teks atau bacaan melalui "Microsoft Word" dapat dilakukan dengan cara mengetikkan teks atau bacaan pada "Microsoft Word". Setelah bacaan dalam Microsoft Word siap dihitung tingkat keterbacaannya, maka langkah selanjutnya adalah dengan mengaktifkan fitur "check grammar with spelling" dengan meng-klik logo Microsoft pada bagian kiri atas, lalu pada bagian bawah kanan, klik word options. Selanjutnya, pada tab "proofing", centang pilihan "check grammar with spelling" dan "show readability statistics", lalu klik "OK". Selanjutnya, untuk melihat skor keterbacaan teks dengan Flesch Reading Ease, klik tab "review", lalu klik "spelling & grammar".

Flesch Reading Ease on Microsoft Word
Flesch Reading Ease on Microsoft Word


REFERENSI - Mengukur Tingkat Keterbacaan Teks dengan Flesch Reading Ease Formula

Arab, O. 2009. Enhancing Reading Speed for Comprehension in EFL Classes: The Case of First Year LMD Students, University of Constantine.
Zamanian, M., Heydari, P. 2012. Readability of Texts: State of the Art. Theories and Practices in Language Studies, Vol. 2, No. 1, pp. 43-53. doi: 10.4304/tpls.2.1.43-53. Academy Publisher.