Learning English and Bahasa Indonesia

Autobiografi Immanuel Kant dan Karya Fenomenalnya


Immanuel Kant, nama ini tentu sudah tidak asing lagi bagi para penikmat filsafat dan ilmu-ilmu turunannya. Ia adalah seorang yang berpengaruh yang produktivitasnya patut diacungi jempol. Berikut ini adalah autobiografi Immanuel Kant dan karya fenomenalnya yang masih meninggalkan jejak hingga masa dimana Anda membaca artikel ini.

Immanuel Kant adalah seorang ahli metafisika, logika, etika, dan sains alam. Lahir dari kaum/golongan Pietis, yaitu sekte Protestan seperti sekte Quaker dan Metodis Awal pada 22 April 1724 di Konisberg, Prussia bagian timur. Lima belas tahun ia dedikasikan untuk mengajar di universitas yang menjadi almamaternya, Universitas Konisberg, pada bidang studi metafisika, logika, etika, dan sains-sains alam. Kontribusi besar dan signifikan ia berikan dalam dunia sains, meskipun pada masa itu, kontribusinya tidak banyak diketahui orang.

Berikut ini adalah karya-karya fenomenal yang berhasil ditelurkan oleh Immanuel Kant. Karya-karya yang cukup berpengaruh terhadap peradaban dunia hingga dunia modern.
  1. Critique of Pure Reason, First Edition - 1781
  2. Prolegomena to any Future Metaphysics - 1783;
  3. Idea for a Universal History - 1784;
  4. Fundamental Principles of the Metaphysics of Morals - 1785;
  5. Metaphysical Foundations of Natural Science - 1786;
  6. Critique of Pure Reason, Second Edition - 1787;
  7. Critique of Practical Reason - 1788;
  8. Critique of Judgement - 1790;
  9. Religion within the Limits of Reason Alone - 1793;
  10. Perpetual Peace - 1795;
  11. Metaphysics of Ethics - 1797; dan
  12. Anthropology from a Pragmatic Point of View - 1798;
Jika melihat karya-karya fenomenal Immanuel Kant diatas, terlihat dengan jelas dedikasinya terhadap dunia filsafat yang bagi para penikmatnya disebut sebagai "ilmunya ilmu" atau "induk dari segala ilmu". Dimulai dari tahun 1783 hingga 1788 ia menelurkan masing-masing satu karya setiap tahunnya dan pada tahun berikutnya disusul oleh karya-karya fenomenal lainnya yang terbit dengan rentang 2 hingga 3 tahun yang dirujuk oleh jutaan bahkan milyaran manusia hingga beratus-ratus tahun setelah karya itu diterbitkan. Paling tidak, orang ini patut dijadikan teladan terkait dedikasi dan konsistensi dalam menelurkan karya.

Sebelas tahun sebelum menerbitkan karyanya yang berjudul "Critique of Pure Reason edisi pertama", yaitu tepatnya pada tahun 1770, ia diangkat sebagai guru besar dalam bidang "Logika dan Metafisika" di Konisberg. Karya ini konon disebut sebagai karya terpentingnya. White, L.B dikutip dalam Kant (1956) menjelaskan bahwa karya ini membuka bidang-bidang studi dan masalah-masalah baru pada zaman dimana mayoritas manusia pada saat itu bersiap-siap untuk pensiun. Lebih lanjut dijelaskan bahwa bagi Kant, masa 20 tahun itu merupakan masa kerja keras tak kenal lelah disertai prestasi yang tak tertandingi. Membaca kutipan tersebut, dapat ditebak bagaimana kepribadian Immanuel Kant yang pekerja keras dan konsisten dalam berkarya untuk perubahan besar. Masih dalam rujukan yang sama, lebih lanjut disebutkan bahwa Kant juga dikenal sebagai sosok yang sangat teratur. Saking teraturnya, oleh White, L.B., seorang yang tulisannya dimuat sebagai pengantar dalam terjemahan buku Immanuel Kant yang berjudul "Critique of Practical Reason" atau yang daalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan "Kritik Atas Akal Budi Praktis", ia (Kant) didaulat sebagai sosok yang lebih beraturan dibandingkan dengan kata kerja beraturan.

Semoga tulisan sederhana yang berjudul "Autobiografi Immanuel Kant dan Karya Fenomenalnya" ini sedikit banyak dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk bisa lebih konsisten dalam upaya menempuh jalan kebaikan, terutama upaya untuk merancang perubahan-perubahan positif yang dimulai dari diri kita sendiri, hingga pada perubahan terhadap masyarakat disekitar kita.

Referensi

Kant, I., 1956. Critique of Practical Reason: Terjemahan. Pustaka Pelajar 2005.