Home
» Ekstrak Jurnal
» Pendidikan
» Penelitian
» Strategi Meningkatkan Kecepatan Membaca Bahasa Inggris
Strategi Meningkatkan Kecepatan Membaca Bahasa Inggris
Latar Belakang - Strategi Peningkatan Kecepatan Membaca
Kemampuan membaca (reading) bacaan bahasa asing, dalam hal ini bahasa Inggris, merupakan salah satu skill yang penting untuk dimiliki oleh pelajar. Berkaitan dengan hal tersebut, artikel yang bernaung dibawah label ekstrak jurnal ini akan mengulas strategi meningkatkan kecepatan membaca bahasa Inggris yang efektif untuk diterapkan didalam pembelajaran.
Anderson (1999) mengawali jurnalnya dengan kalimat "too many second language readers, reading is suffocatingly slow process; yet developing rapid reading, an essential skill for students, is often neglected in classroom". Berdasarkan temuan Anderson, reading dipandang belum mendapat perhatian lebih dari para praktisi pendidikan dan cenderung diabaikan dalam pembelajaran.
Berkaitan dengan pernyataan Anderson (1999) diatas, maka reading speed atau kemampuan membaca dipandang perlu untuk dikaji lebih jauh; terkhusus pada strategi untuk meningkatkan kecepatan membaca pelajar, pada artikel ini akan disajikan beberapa strategi jitu yang tentunya telah melalui tahap pengujian oleh beberapa peneliti melalui beberapa penelitian.
Strategi Repeated Reading
Cohen (2011) menjelaskan bahwa repeated reading merupakan sebuah metode dimana pelajar dilibatkan dalam aktivitas membaca dan membaca ulang (read and reread) sebuah teks sebanyak dua hingga empat kali repetisi atau pengulangan hingga mencapai kecepatan, akurasi, dan pemahaman berdasarkan standar yang telah ditentukan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa strategi tersebut telah diterapkan pada pelajar tingkat mahasiswa pada beberapa universitas di Jepang dan berujung pada hasil positif; bahwa strategi repeated reading terbukti mampu mendatangkan peningkatan. Dengan mengadopsi strategi atau teknik repeated reading dan skill yang berasosiasi dengan teknik tersebut, pelajar dapat belajar untuk membaca cepat dan lebih akurat serta mendapatkan modal untuk membaca teks dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
Penulis cenderung sepakat terhadap pernyataan Cohen (2011) diatas. Menurut penulis, penerapan strategi repeated reading ini mempunyai kans yang besar untuk berhasil dan efektif diterapkan dalam pembelajaran dengan syarat bahwa strategi tersebut harus disertai dengan aktivitas-aktivitas yang sesuai dengan latar belakang dan kemampuan pelajar. Latar belakang pelajar dalam hal ini meliputi pemilihan teks yang sesuai dengan pengalaman pelajar; sedangkan kemampuan pelajar mencakup pertimbangan terhadap tingkat kesulitan kosa kata dalam bacaan.
Rate-buildup Reading
Pada dasarnya, strategi rate-buildup reading ini hampir sama dengan strategi repeated reading dalam pengaplikasiannya. Anderson (1999) menjelaskan bahwa rate-buildup reading merupakan aktivitas dimana pelajar dilibatkan dalam kegiatan membaca sebanyak mungkin kata/kalimat dalam bacaan selama 60 detik. Setelah 60 detik berlalu, pelajar kemudian diberikan tambahan waktu selama 60 detik untuk membaca ulang bacaan yang sama dari awal bacaan dengan target mereka harus dapat membaca lebih banyak kata/kalimat pada 60 detik kedua. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk membuat pelajar terbiasa atau akrab dengan bacaan, sehingga pada 60 detik kedua, mereka dapat membaca lebih cepat.
Berkaitan dengan strategi ini, penulis berpendapat bahwa kans dari strategi ini untuk berhasil sangatlah besar. Penulis melihat ada beberapa keuntungan dari penerapan strategi ini. Diantaranya adalah: (1) pelajar dapat mengetahui kecepatan membaca mereka (wpm). WPM merupakan singkatan dari words per-minute, yaitu berapa banyak kata yang dapat dibaca dalam tenggat waktu baca 60 detik. Dari hasil yang didapatkan, pelajar dapat menentukan sebuah landasan dan perkiraan terhadap waktu baca yang dibutuhkan untuk membaca bacaan atau teks. Misalnya, dari kegiatan membaca selama 60 detik, pelajar dapat membaca
sebanyak 120 kata. Maka landasan yang diperoleh adalah 120 wpm (words per-minute). Untuk menghabiskan bacaan dengan 1200 kata, maka pelajar membutuhkan 600 detik waktu baca atau 10 menit; (2) pelajar dapat meningkatkan kecepatan membaca mereka berdasarkan landasan yang didapatkan. Dari kegiatan membaca 60 detik, pelajar dapat melatih kecepatan membaca mereka dengan menaikkan speed secara berkala.
Penulis menyarankan bahwa untuk mengaplikasian strategi ini, dibutuhkan integrasi pemahaman terhadap bacaan. Menurut penulis, membaca cepat bukanlah target inti dari aktivitas ini. Pelajar seharusnya digiring untuk menjadi pembaca efektif, yaitu pembaca yang dapat membaca dengan menghabiskan waktu seminim mungkin tanpa mengabaikan komprehensi atau pemahaman terhadap bacaan. Jadi, dibutuhkan aktivitas tambahan setelah membaca 60 detik, yaitu dengan menjawab soal atau latihan terkait informasi yang terkandung dalam bacaan sehingga aktivitas ini dapat berujung pada meningkatnya kecepatan membaca pelajar yang disertai dengan peningkatan komprehensi atau pemahaman.
Referensi
Anderson, N. J. 1999. Improving Reading Speed: Activities for the Classroom. English Teaching Forum. April-June 1999.
Cohen, J. 2011. Building Fluency through the Repeated Reading Method. English Teaching Forum. Number 3.
.jpg)
