Panduan Uji Homogenitas Kuantitatif dengan SPSS
Sebelumnya telah dibahas seberapa pentingkah melakukan uji homogenitas pada penelitian kuantitatif. Dari artikel yang berjudul "Pentingnya Uji Homogenitas Kuantitatif" telah dijelaskan sebuah poin penting tentang uji homogenitas. Mengulang informasi inti dari artikel tersebut, pada intinya, uji homogenitas sangat erat kaitannya dengan akurasi data. Lalu pada artikel kali ini, marilah kita berpraktek menghitung homogenitas dengan software penghitung data kuantitatif bernama PASW Statistic atau yang juga dikenal dengan istilah SPSS.
Terdapat beragam cara untuk mencari angka statistik yang interpretasinya bisa digunakan untuk mengetahui homogenitas sampel. Beberapa yang populer digunakan adalah 'Uji Bartlett', 'Uji Levene', 'Uji Varians' atau 'Uji F', 'One-way ANOVA', dan melihat nilai standar deviasi pada 't-test'.
Untuk tutorial kali ini, kita akan menggunakan cara yang lebih sederhana. Perhatikan tutorialnya.
Contoh Kasus
Untuk tutorial uji homogenitas kali ini, kita akan mengambil sebuah contoh kasus dimana kita akan mencari homogenitas sampel data dari kelompok eksperimental yang diikutkan kedalam pembelajaran online dan kelompok kontrol yang diikutkan kedalam kelas konvensional atau tatap muka.Siapkan Data di Mic Excel
Pertama-tama, siapkan data yang akan dihitung. Disarankan untuk menuliskan datanya dengan menggunakan "Microsoft Excel" untuk memudahkan proses perhitungan. Setelah data siap, bukalah program PASW Statistic atau SPSS. Berikut contoh datanya:| Contoh Data Nilai Mahasiswa Kelas Eksperimental dan Kelas Kontrol |
PASW Statistic / SPSS
Berikut panduan bekerja dengan software PASW Statistic atau SPSS.Variable View
Pada kolom "Variable View" (lihat di sudut kiri bawah), isikan variabel-variabel terkait penelitian Anda. Diasumsikan kita akan mencari atau menguji homogenitas untuk variabel "Peningkatan Nilai Mahasiswa" antara kelas eksperimen yang diikutkan kedalam kelas online dan kelas kontrol yang diikutkan kedalam kelas tatap muka. Untuk itu, data yang harus diisikan pada kolom 'Variable View' antara lain:- Nilai; (Ubah kolom 'decimals' menjadi '0'.
- Kelompok (Ubah komom 'decimals' menjadi '0' dan pada kolom 'values', isikan angka '1' dengan label 'eksperimental', dan isikan angka '2' dengan label 'kontrol'.
| Uji Homogenitas di SPSS - Memasukkan Data |
Data View
Pada kolom "Data View" (lihat disudut kiri bawah), isikan data dari Mic. Excel. Berikut panduannya:- Nilai: Isi dengan nilai komprehensi mahasiswa (lihat gambar pertama diatas);
- Kelimpok: Isikan angka 1 untuk nilai masing-masing mahasiswa kelompok eksperimental dan isikan angka 2 untuk nilai masing-masing mahasiswa kelompok kontrol.
| Uji Homogenitas - Memasukkan Data di SPSS |
Menguji Homogenitas
Setelah data siap, mari kita menghituung atau mengujinya. Pada deretan menu dibagian atas program PASW Statistic atau SPSS, klik menu 'Analyze' - 'Descriptive Statistics' - 'Explore'.![]() |
| Menguji Homogenitas - MHMN |
- Klik 'Nilai' lalu masukkan kedalam 'Dependent List';
- Klik 'Kelompok' lalu masukkan kedalam 'Factor List';
- Klik 'Plots';
- Pada bagian bawah dalam jendela 'Plots', Klik 'Untransformed';
- Klik 'Continue'.
![]() |
| Uji Homogenitas - www.emhaemen.com |
| Data Homogenitas www.emhaemen.com |
Membaca Data Outpu
Setelah angka-angkanya keluar, kita tidak bisa serta-merta memasukkannya dalam pembahasan hasil penelitian. Diperlukan interpretasi terhadap angka-angka tersebut. Lalu bagaimana caranya? Tenang, ini adalah langkah terakhir yang sangat mudah dilakukan. Anda hanya perlu melihat angka pada kolom 'sig' pada sebelah kanan. Pada contoh kasus diatas, angkanya adalah .035. Aturannya adalah sebagai berikut:Sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam PASW Statistic atau SPSS, angka 0 sebelum tanda titik (.) itu tidak ditulis. Jadi, angka untuk 0.05 ditulis dengan .05 saja. Jika Anda menjumpai angka yang dimulai dengan tanda titik misalnya (.777), maka itu artinya (0.777). Oke? lanjut!!!
Interpretasi Data
Jika angka pada kolom 'sig' lebih besar dari 0.05 atau .05, maka dapat dikatakan bahwa kedua kelompok data mempunyai varian yang sama alias 'HOMOGEN'.Pada contoh kasus diatas, signifikansinya (kolom 'sig') adalah sebesar '.035' dimana angka tersebut lebih kecil dari '.05'. Aturannya adalah, jika angka pada kolom 'sig' lebih besar dari '.05', maka datanya homogen. Namun jika lebih kecil, maka tidak homogen. Jadi, pada contoh kasus diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok data (eksperimental dan kontrol) adalah 'Tidak Homogen'.
.035 < .05 = Tidak Homogen
Bagaimana? Cukup mudah bukan? Izinkan admin MHMN memberikan ucapan "Selamat" untuk Anda yang telah berhasil. Jika masih bingung atau menemui kendala dalam perhitungan uji homogenitas, silahkan berkomentar dibawah. Pastikan Anda memiliki akun Google Plus. Admin MHMN akan segera membalas komentar Anda. Sukses menyertai Anda, terima kasih.


.jpg)
