Home
» Ekstrak Jurnal
» Hubungan Speed Reading, Comprehension, dan Language Memory Span by Ngoc & Nation (2014)
Hubungan Speed Reading, Comprehension, dan Language Memory Span by Ngoc & Nation (2014)
Artikel berikut ini merupakan ringkasan dari jurnal hasil penelitian terkait Speed Reading yang merujuk kepada hasil penelitian oleh Ngoc & Nation (2014) yang berjudul "Reading speed improvement in a speed reading course and its effect on language memory span" sebagai referensi utama. Penelitian tersebut difokuskan pada hubungan antara kecepatan baca pelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), pemahaman atas bacaan, dan rentang memori bahasa.
Latar Belakang
Penelitian terkait kefasihan membaca telah banyak dilakukan oleh para ahli. Namun, penelitian terkait variabel tersebut rata-rata dilakukan dalam ranah penerimaan bahasa pertama atau bahasa ibu. Sementara penelitian terkait speed reading masih sangat jarang diperhatikan padahal variabel ini sangatlah penting untuk dikaji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peningkatan kecepatan baca (speed reading improvement) dan pemahaman atas bacaan, serta mengkaji efek dari peningkatan kecepatan baca pelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing terhadap rentang memori bahasa (language memory span).Metodologi Penelitian
Materi yang digunakan dalam penelitian ini disadur dari buku karya Millett, Quinn and Nation (2007) yang berjudul "Asian and Pacific Speed Reading for ESL Learners". Buku tersebut berisi 20 bacaan dengan rentang 550 kata per-bacaan yang ditulis berdasarkan 1000 level kata (word level).Sampel penelitian diberikan tes penguasaan kosa kata (vocabulary test) untuk memastikan bahwa mereka benar-benar telah mencapai level yang diharapkan. Tes tersebut diadopsi dari Schmitt, Schmitt and Clapham (2001).
2 teks digunakan dalam pretest dan posttest. Teks tersebut diikuti dengan 10 pertanyaan pemahaman. Dalam menentukan apakah kecepatan baca meningkat dalam pembelajaran yang disertai dengan peningkatan rentang memori bahasa, 2 set rentang memori digunakan yang masing-masing berdasarkan level kata tingkat 1000.
Penelitian ini diikuti sebanyak 116 siswa tahun pertama di Vietnam. Mereka dikelompokkan kedalam 4 grup dimana 2 dimasukkan kedalam kelompok eksperimental dan 2 lainnya dimasukkan kedalam grup kontrol. Kedua grup dalam eksperimental grup merupakan siswa jurusan bahasa Inggris. 1 grup dalam kelas kontrol juga merupakan siswa jurusan bahasa Inggris sementara 1 lainnya merupakan siswa non-bahasa Inggris.
.jpg)
