Learning English and Bahasa Indonesia

Hal-hal yang mengurangi kecepatan baca


Kecepatan baca merupakan sebuah skill yang penting untuk dikuasai oleh berbagai kalangan. Siapapun Anda dan apapun profesi Anda, kemampuan ini wajib Anda miliki. Terlebih lagi, diera digital seperti sekarang ini, informasi menyebar dengan sangat cepat. Fakta tersebut menuntuk kita semua untuk memperbanyak kegiatan menambah input yang salah satunya dapat dilakukan melalui aktivitas membaca. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai hal-hal yang mengurangi kecepatan baca. Mengetahui dan memahami poin-poin yang akan dibahas pada artikel kali ini merupakan awal yang brilian untuk Anda yang ingin meningkatkan kecepatan baca Anda.

Kecepatan membaca tidaklah merujuk kepada seberapa cepat Anda dapat membaca, melainkan seberapa efektif kegiatan membaca Anda dalam upaya memahami materi yang sedang dibaca. Kecepatan yang dikaegorikan bagus adalah kecepatan 300wpm (words per-minute). Untuk mencapai kecepatan ini, dibutuhkan beberapa latihan sederhana yang harus rutin dilakukan. Mengenai cara meningkatkan kecepatan baca akan dibahas pada kesempatan selanjutnya.

Membaca

Catherine dalam Snow (2002) menjelaskan bahwa membaca merupakan sebuah proses mengekstrak dan mengkonstruk makna melalui interaksi terhadap bahasa tertulis. Wainwright (2007, p. 35) menjelaskan membaca sebagai proses kompleks yang menentukan keberhasilan atau ketidak-berhasilan dari beberapa kemampuan. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas membaca membutuhkan integrasi dari beberapa skills dalam upaya menangkap makna dari bacaan.

Hal-hal yang menggurangi kecepatan baca

Vocalizing

Vocalizing berarti pelafalan; yaitu melafalkan apa yang Anda baca. Apakah Anda termasuk salah satu orang yang sering melafalkan bacaan? Hentikan kebiasaan tersebut. Jika Anda melakukannya, maka itu berarti kecepatan membaca Anda sama dengan kecepatan bicara yang berdasarkan penelitian, hanya berkisar 150wpm (words per-minute). Memelihara kebiasaan ini berarti membuang-buang waktu mengingat kecepatan berpikir manusia rata-rata adalah 600wpm (words per-minute).

Subvocalizing

Poin ini merujuk kepada pelafalan materi yang sedang dibaca dalam hati; yaitu membaca dengan melafalkan bacaan tanpa bersuara. Perbedaan antara vocalizing dan subvocalizing hanyalah pada aksi dan ekspresi, jika vocalizing dilafalkan dengan suara, maka subvocalizing dilafalkan dalam hati.

Regression

Regression berarti membaca ulang kalimat yang telah dibaca.Pada umumnya regression dilakukan untuk memastikan bahwa kita membaca kalimat dengan benar, untuk memastikan bahwa kita benar-benar paham tentang apa yang dibaca, dan untuk menanamkan kalimat yang dibaca ke alam bawah sadar agar mudah diingat. Memang, terdapat kepuasan tersendiri dalam melakukan regression dalam membaca. Faktor lainnya diungkapkan oleh Khoo (2013) yang menyatakan bahwa regression disebabkan karena rasa cemas, takut ada yang terlewat, dan kurangnya kepercayaan diri dalam membaca.

Word by word

Poin ini berkaitan dengan posisi mata pada saat membaca; yaitu membaca kata demi kata. Memaku penglihatan pada kata demi kata tentu dapat membuat kecepatan baca Anda menjadi lebih lambat dari seharusnya, akan sangat memakan waktu, dan akan mengurangi komprehensi atau pemahaman terhadap bacaan.

Eye Fixation

Poin ini merujuk kepada kemampuan mata untuk menjangkau materi bacaan. Menurut Khoo (2013), jangkauan mata adalah jumlah kata yang dapat dibaca dalam sekejap atau pada saat jeda. Ditambahkan olehnya bahwa rata-rata orang dapat menjangkau tiga hingga empat kata. Selanjutnya dijelaskan bahwa seharusnya jangkauan mata pada saat membaca dapat meng-cover enam sampai tujuh kata. Semakin luas jangkauan mata seseorang maka semakin banyak kata yang dapat dibaca pada saat jeda.

Kesimpulan

Mengetahui poin-poin yang dapat memperlambat kecepatan baca Anda sangatlah penting. Untuk menambah kecepatan baca Anda ke satisfaction level, maka pertama-tama Anda harus mengetahui apa-apa yang harus dihindari. Dalam upaya meningkatkan kecepatan baca atau speed reading, hanya dibutuhkan latihan yang sederhana namun harus rutin dilatih. Upayakan untuk membaca artikel yang bernaung dibawah label Speed Reading secara bertahap dan secara sistematis agar perkembangan kecepatan baca Anda dapat meningkat ke level yang Anda inginkan. Perlu diingat bahwa kecepatan baca tidaklah merujuk kepada aktivitas membaca cepat yang mengandalkan speed semata, melainkan membaca sesuai dengan kecepatan yang ideal dengan tingkat pemahaman yang tinggi. 

REFERENSI
Khoo A. 2013. I Am Gifted, So Are You. Elex Media Komputindo.
Catherine Snow, C. 2002. Reading for Understanding: Toward R&D Program in Reading Comprehension. RAND Education.
Wainwright, G. 2007. How to Read Faster and Recall More: Learn the Art of Speed Reading with Maximum Recall. How to Books. Deer Park Productions.